Minggu, 08 Desember 2013

PEMIMPIN SABAR

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS 2:153

Kita sudah mengetahui bahwa hidup ini tidak akan berjalan dengan tenang bila kita tidak meminta pertolongan Allah. Ayat diatas merupakan petunjuk tentang salah satu cara meminta pertolongan kepada Allah: yaitu dengan mengerjakan shalat dan memelihara sikap sabar. Dalam taushiyah ini, kita akan membahas secara lebih rinci, bagaimanakah bentuk ‘sabar’ yang dimaksud.

CIRI-CIRI ORANG SABAR

1. Bersabar ketika menghadapi musibah (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ”Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” QS 2:156.

Bahwa diri kita, dan semua yang kita miliki di dunia ini, adalah dari Allah semata, maka tidak ada satupun yang bisa menghalangi bila Allah hendak memberikan ataupun hendak mengambilnya kembali. Semua itu hanyalah cobaan. Maka siapa yang sadar dan sabar, insya Allah dialah orang yang berhasil mengatasi cobaan.

2. Bersabar ketika menerima tindakan tidak menyenangkan Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. QS 16:126

Satu contoh perbuatan tidak menyenangkan, bila kita ditampar pipi kiri, apakah kita rela memberikan pipi kanan? Untuk apa? Adalah satu kebutuhan manusia untuk diperlakukan dengan baik, jadi bila mendapatkan perlakuan tidak baik, manusia tidak perlu mempersilakan perlakuan tidak baik itu.

Perasaan manusia ini diakomodasi oleh ayat diatas. Boleh membalas, tetapi harus dengan kadar yang tidak boleh melebihi yang diterima, karena bila melebihi, maka kita termasuk orang yang melewati batas. Tetapi perlu diingat, bahwa syaithan selalu berusaha mengganggu kita, utamanya ketika kita dilanda kemarahan. Yang sangat mungkin terjadi adalah kita membalas dengan nafsu amarah kita, yang cenderung untuk bertindak melewati batas, melebihi kezaliman yang kita terima.

Pernahkah kita melihat ketika ada pencuri sandal yang tertangkap, bagaimana tindakan orang-orang yang menangkapnya – bahkan jauh lebih kejam dari tindakan mencuri sandal. Maka agar terhindar dari godaannya yang dapat mengakibatkan tindakan kita yang melampaui batas, Islam memberikan solusinya: sabar adalah lebih baik.

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. QS 41:34.

Seorang sahabat, dalam perang pernah menjatuhkan seorang musuh. Ketika pedang telah diayunkan ke tubuh musuh, musuh itu memaki dan meludahinya, maka seketika pedang pun dihentikan. Alasannya: “aku takut kalau aku membunuhmu karena kemarahanku. Aku berharap kalau aku membunuh musuh hanya karena Allah”. Alasan ini justru membuat musuh itu memeluk Islam. Itulah tindakan Islam dalam bersabar. Tetapi ingat, sabar bukan dengan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menzalimi kita, karena membiarkannya berbuat kezaliman adalah menjerumuskannya kepada kesalahan yang lebih dalam. Jalan yang lebih baik adalah dengan bersabar dengan sadar, untuk mematuhi perintah Allah…

3. Bersabar ketika berbeda pendapat Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS 8:46

Bagaimanakah sikap kita ketika berdebat, apalagi ketika kita benar? Sesungguhnya berdebat di antara kaum muslimin dapat melemahkan kekuatan. Kita sudah lihat banyak kelompok muslim yang tercerai berai karena berbeda pendapat. Begitu mereka beda pendapat, seakan mereka menganggap yang lain sebagai bukan kaum muslimin. Dalam hal ini, maka petunjuk Allah adalah: Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS 4:59.

Dan sebagai ganjarannya, Rasulullah SAW bersabda: “Aku berani menjamin sebuah rumah di surga bagian bawah bagi orang-orang yang meninggalkan debat kusir walaupun ia benar…” (HR Abu Dawud, dari Abu Umamah Al-Bahiliy, ra.)

4. Tabah dan tidak kenal menyerah Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. QS 3: 146

Ternyata sabar adalah sikap yang teguh dalam menelusuri kebenaran. Di dalam perjalanan kebenaran, mungkin akan ada musibah, bencana, kekurangan. Tetapi sabar bukanlah sikap pasrah yang pasif. Sabar adalah sikap teguh yang aktif, yaitu berbesar hati menerima yang telah ada dan tetap semangat bergerak dan berjuang untuk mencapai tujuan yang benar dan besar.



BUAH KESABARAN

1. Kekuatan yang sangat besar Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. QS 8:65

Dengan orang yang sabar – mereka akan tenang dan tetap berpikir jernih, dan dengan kejernihan berpikir ini maka tindakan yang diambil adalah tindakan yang tetap penuh perhitungan. Orang sabar pun akan tetap patuh pada pimpinan, dan pimpinan yang sabar akan menyebabkan kemampuan dasar yang ada pada tiap orang akan berubah menjadi kekuatan kelompok yang berlipat ganda. Ditambah dengan jaminan bahwa “Allah bersama orang-orang yang sabar”, maka berlakulah janji Allah dalam ayat diatas. Dan ini sudah banyak terbukti dalam kisah-kisah perang kaum beriman dalam menghadapi musuh-musuh yang jumlahnya jauh lebih besar; juga kegagalan akibat tidak sabar ada pula buktinya – yaitu ketika pasukan muslimin nyaris dikalahkan musuh dalam perang Uhud, walaupun jumlah mereka lebih besar.

2. Ganjaran yang berlipat ganda Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. QS 16:96

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang bisa menahan marahnya padahal ia bisa melampiaskannya, maka di hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk, kemudian ia disuruh memilih bidadari yang paling jelita sesuai dengan keinginannya” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Muadz bin Anas ra.)

Demikianlah makna sabar dalam Islam. Sabar bukanlah suatu sikap yang pasrah menerima apa adanya atau bahkan membiarkan orang lain bertindak semena-mena, tetapi sabar adalah suatu tindakan aktif dalam merespons tindakan dan keadaan yang kurang diinginkan, namun dengan dengan tetap menjunjung tinggi pekerti dan akhlaq yang luhur, yang bahkan dapat membuat orang atau musuh yang zalim pun menjadi bertekuk lutut. Dan yang demikian itu bukan sebuah sikap yang mudah, mengingat manusia selalu dikelilingi oleh hawa nafsu. Karena banyaknya jumlah manusia yang tidak dapat bersabar dibandingkan dengan mampu, maka selalu saja dalam ayat-ayat Allah, mereka yang sabar ini dikecualikan golongan umumnya manusia yang dikuasai oleh nafsu mereka dan merugi. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, QS 2:45

Wallahu a’lam
Abi Aslam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger